BEKASI-Produksi sampah pasar saat ini telah mencapai lebih kurang 150 kubik/hari. “Namun, sejauh ini pengangkutan sampah ke TPA Sumur Batu tidak ada masalah, berjalan sesuai rencana kerja kami, kendati kendaraan truk yang kami miliki banyak yang sudah berumur,” demikian diungkapkan kepala Bidang Ketertiban Pasar dan Kebersihan pada Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi Drs Jaenal Akbar di kantornya, pekan lalu.
“Kendaraan yang kami miliki ada 16 semua layak operasional, setiap hari kami kerahkan ke 11 pasar yang ada di bawah naungan kami. Ke-11 pasar itu antara lain, pasar Pondok Gede, Jatisampurna, Kranji, Bantar gebang, Teluk Pucung, Pasar Baru, Pasar Proyek, Bintara, Sumber Arta, Jatiasih, dan Pondok Gede jalan Hankam,’’ujarnya.
Menurut Jaenal, sepatutnya kendaraan yang sudah berumur harus diremajakan atau diganti, sebelum mengalami gangguan pada saat pengangkutan. Karena kalau terjadi gangguan akan berimbas pada penumpukan sampah, kendati sampah sampah tersebut telah berada di TPS yang telah disiapkan di masing masing pasar untuk selanjutnya di angkut ke TPA.
“Terlebih dalam rangka mempertahankan Piala Adipura, kami telah tekankan baik kepada warga pasar maupun petugas kebersihan pasar, agar pasar selau bersih dan bebas tumpukan sampah, serta memelihara keindah dan ketertiban,” tambah Jaenal.
Sebagaimana diketahui masalah sampah di Kota Bekasi, sedikit demi sedikit kini mulai terurai setelah sukses dengan program Clean Development Mechanical (CDM) yang mengolah gas buang menjadi gas metan bekerjasama dengan Bank Dunia.
Kota Bekasi juga telah meresmikan proyek pengolahan sampah menjadi pupuk organik dan briket, semacam arang dengan Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum, di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantar Gebang November tahun lalu.
Sampah –sampah yang diolah tersebut di antaranya dari sampah pasar di samping sampah warga pemukiman dan sampah jalanan, aliran sampah yang datang ke TPA Sumur Batu dalm satu hari mencapai 1.200 ton.(anas)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar