Jumat, 02 Juli 2010

Meledaknya Tabung Gas Elpiji Di Sejumlah Tempat Harus Segera Diantisipasi

Oleh: Aris Kuncoro

MASYARAKAT
perlu waspada. Tabung gas elpiji ternyata mudah meledak. Terutama tabung gas berkapasitas 3 kg. Puluhan warga di berbagai pelosok nusantara sudah banyak yang menjadi korban ledakan gas elpiji ini. Hal ini telah menjadi teror yang menakutkan bagi ibu-ibu rumah tangga.

Pada Kamis, 24 Juni 2010, saja, misalnya, tabung elpiji meledak di tiga tempat yang berbeda, yakni di Senen, Matraman dan Bogor.

Pertama, ledakan tabung gas 3 kilogram di kawasan Senen, Jakarta Pusat menyebabkan lima rumah hangus terbakar. Menurut informasi dari Pusat Komunikasi dan Informasi Bidang Humas Polda Metro Jaya, kebakaran terjadi di kawasan dekat Pasar Poncol, RT 3 RW 3, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Setelah terjadi ledakan, api mulai terlihat pukul 04.00 WIB dan cepat membesar serta mulai membakar rumah yang ada di sekitarnya.

Kedua, ledakan akibat kebocoran tabung gas kembali terjadi di dapur rumah makan Lapo Amelia, di Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Kamis 24 Juni 2010. Akibat ledakan yang terjadi pukul 14.30 WIB ini, sebanyak empat orang mengalami luka. Satu korban, Manto mengalami luka serius dan telah dilarikan ke RS Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut Kapolsek Matraman, Komisaris Suwanda, ledakan dipastikan dari tabung gas berukuran 12 kilogram yang mengalami kebocoran. "Tabung bocor dan akan dibawa keluar kemudian meledak," ujarnya. Kejadian ini membuat panik warga sekitar, karena lokasi ledakan hanya berjarak satu rumah dari SPBU di Jalan Raya Pramuka.

Ketiga, tabung gas elpiji 3 kilogram meledak pada pukul 16.00 WIB di Kampung Lebak Pilar, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, dua orang mengalami luka-luka bakar pada bagian tubuhnya dan sebuah rumah nyaris terbakar. Kedua korban tersebut, Andre dan Maswin.

Yang paling tragis adalah peristiwa yang terjadi pekan lalu. Dua orang tewas akibat ledakan gas 3 kg di Jl Djawahir, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Dua orang korban ini tewas dengan luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

"Ada dua korban tewas yaitu Yani dan Sugi. Yani tewas di tempat, sedangkan Sugi sempat dibawa ke RS Fatmawati tapi tidak tertolong," kata Lasikun (22), warga sekitar lokasi kejadian itu, Jumat (18/6/2010).

Lasikun menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu terdengar ledakan keras di rumah kontrakan yang didiami Yani dan Sugi. Ledakan keras ini berasal dari dapur rumah itu. "Mereka berdua dagang pecel ayam di Pejaten, jadi memang siang itu waktunya mereka masak," katanya.

Pada hari Selasa (22/6/2010) lalu, tiga pekerja PT Jaya Sari Artha, Medan, juga mengalami luka-luka akibat meledaknya gas elpiji di perusahaan tersebut,. Ledakan diduga terkait dengan aktivitas pengoplosan gas yang dilakukan di lokasi perusahaan tersebut di Jl. Titi Pahlawan, Medan Marelan, Medan.

Pemilik rumah, Rasiman Damanik mengatakan, peristiwa ledakan gas elpiji terjadi saat pekerja memindahkan isi gas elpiji dari tabung 3 kg dengan cara menyuntikkan gas ke tabung 12 kg.

Di Surabaya, tabung gas ukuran 50 kg pun bisa meledak. Ini terjadi pekan lalu, yang mengakibatkan, bangunan supermarket Sinar yang berlokasi di Jalan Bintoro, Surabaya, hangus dilalap api. Selain menghanguskan supermarket, api yang berasal dari tabung gas itu juga melalap sebuah rumah yang berada tepat di sebelahnya.

Menurut keterangan, ledakan terjadi pada pukul 10.30 pagi tadi. Akibatnya, api langsung berkobar dan merambat dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran yang tiba ke lokasi selang 20 menit setelah ledakan, terlambat memadamkan api yang terlanjur menghanguskan rumah dan sebagian bangunan supermarket.

Ledakan dahsyat akibat kebocoran tabung gas 15 Kg juga terjadi di Jl Indah Lorong 3 No 15, Kel. Pannampu, Kec. Tallo, Makassar. Dua orang mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (19/6/2010) itu, menyebabkan Hj. Dahlia (35) mengalami luka bakar serius dan Rabiah (25) terluka akibat ditimpa reruntuhan tembok rumah. Keduanya kini dirawat di Ruang ICU RS Jaury Jusuf Akademis, di jalan Jenderal Muh. Jusuf, Makassar.

Menurut Kapolsek Tallo, AKP Ahmad Riadi, ledakan terjadi pada pukul 05.30 Wita, saat Dahlia baru saja menyalakan kompor gas untuk memasak. Akibat ledakan ini, lanjut Ahmad, selain rumah korban yang temboknya hancur, satu rumah tetangga Dahlia juga ikut terkena imbasnya.

Menko Kesra Prihatin

Banyaknya tabung gas yang meledak itu membuat Menko Kesra Agung Laksono prihatin. Pertamina selaku penanggung jawab program konversi minyak tanah ke tabung gas pun diminta lebih memperhatikan kualitas tabung gas.

Untuk kualitas tabung gas ukuran 3 kg, Agung mengingatkan agar standar mutu produksinya harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Karena tabung gas ini banyak digunakan untuk warga menengah ke bawah, termasuk para pedagang makanan dan minuman.

"Jika terbukti ditemukan adanya tabung gas yang cacat produksi, maka pihak produsen dan pengedarnya diminta untuk menarik dari peredaran dan bila perlu memusnahkannya," ujar Agung dalam keterangan pers pada detikcom, Kamis (6/5/2010).

Sosialisasi untuk mengatasi kebocoran dan ledakan tabung gas, menurut Agung, sudah seharusnya makin ditingkatkan selain faktor keamanan tabung, selang dan juga regulator yang menghubungkan antara tabung dengan kompor gas.

"Salah satu penyebab kebocoran yang sering terjadi, adanya pemakaian peralatan yang tidak memenuhi SNI," jelas dia.

Menteri ESDM: Perlu Penanganan Terpadu

Menanggapi masalah itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedi Saleh mengatakan kasus ledakan gas akhir-akhir ini perlu penanganan terpadu. Dengan penanganan secara tersimpul, Darwin berharap tiap kementerian atau lembaga tidak lepas tanggung jawab.

Menurut menteri asal Partai Demokrat ini, bukan sekedar Kementerian Perindustrian tangani SNI (Standar Nasional Indonesia), Kementerian Perdagangan pada peredarannya, atau Kementerian ESDM untuk jaminan pasokannya. Tetapi lebih kepada fakta banyak (tabung gas) yang meledak.

Apa yang dikemukakan Menteri ESDM itu memang benar. Seluruh instansi pemerintah harus harus bersatu padu untuk mengatasi masalah itu.

Peristiwa meledaknya tabung gas di berbagai tempat itu jelas tak bisa diremehkan. Pemerintah harus segera turun tangan menerjunkan tim untuk melakukan penelitian mendalam masalah ini, dan untuk selanjutnya dicarikan solusinya. Pemerintah harus bertanggungjawab mengatasi masalah ini. Sebab, pemerintahlah yang telah meminta masyarakat agar menggunakan kompor gas dan meninggalkan pemakaian minyak tanah dalam urusan masak memasak di rumah tangga.

Kecemasan para ibu rumah tangga yang berada di ujung tombak dalam pemakaian kompor gas, janganlah terus berlanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar